• -- Selamat Datang Di Website Resmi PC LDII Cilincing Jakarta Utara -- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa -- Sukseskan 5 Sukses Puasa -- Puasa -- Solat Tarawih -- tadarus Alquran -- Itikaf Dan Lailatul Qodar -- Zakat Fitrah --
Selasa, 23 April 2024

Guru Besar UIN Malang Apresiasi Ajakan Persatuan Umat dari LDII

Guru Besar UIN Malang Apresiasi Ajakan Persatuan Umat dari LDII
Bagikan
LDII Malang menggelar pengajian akbar yang mengundang guru besar UIN Malang. Foto: LINES.

Malang (31/10). Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang KH Imam Suprayogo memberi tausiah Pengajian Akbar Ukhuwah Islamiyah yang digelar DPD LDII Malang di Masjid Roudhotul Jannah, Sabtu (29/10).

Di hadapan 700 jemaah remaja LDII se-Malang Raya, ia mengatakan, mempersatukan umat adalah kepentingan bersama dan perintah Allah SWT, meski hal itu berat. Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 103 yang menyerukan agar umat berpegang pada talinya Allah (Islam) dan tidak berpecah belah.

“Karena itu, ada kegiatan begini saya senang diundang generasi muda LDII. Agar kedepan mereka tidak hanya menunggu, tapi juga berjuang bagaimana ukhuwah Islamiyah bisa terlaksana,” katanya.

Di tengah pekerjaan berat itu, Imam tetap optimistis bangsa Indonesia bisa melaksanakan ukhuwah Islamiyah dengan berpegang teguh Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Pancasila.

Ia berpesan generasi muda agar tidak mudah termakan dengan hoax atau berita bohong yang menyebabkan konflik. Hal itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab untuk mencari kesalahan orang lain, konflik, dan tidak percaya dengan yang lain.

“Nah, teman-teman LDII ini mengajak bagaimana kita bersatu, ini merupakan bukan pekerjaan yang kecil tetapi pekerjaan besar,” paparnya.

Prof. Imam mengungkapkan sudah lama mengenal LDII, ia ingat sikap paseduluran yang dilakukan LDII. Salah satunya dalam menjamu tamu.

Ia mengisahkan saat dalam kunjungan kerja keluar negeri seperti di Malaysia, Singapore, Jepang, Belanda, New Zealand, California, Perancis, Jerman, New York, bahkan Amerika Latin, ia sering menjumpai orang LDII. Mereka selalu menjamu kedatangannya. “Di manapun LDII berada tamu selalu disuguhi. Itu menurut pengalaman saya,” tuturnya.

Menurutnya, mencari salah di dalam agama itu boleh saja, maksudnya mencari kesalahan sendiri, bukan kesalahannya orang lain.

“Kalau cari salahnya orang itu pasti banyak sekali dan pastinya tidak benar. Kalau mencari kesalahan diri sendiri itu yang sulit. Di Alquran dijelaskan baca kitabmu. Kitab itu catatan yang ada di hatimu, bukan catatan yang ada di orang lain,” ungkapnya.

Ia menerangkan lebih lanjut, Alquran juga diperintah untuk memerangi hawa nafsu di dalam diri manusia. “Yang paling berat itu yang di dalam diri sendiri. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, itu harus memerangi hawa nafsu yang mana di dalamnya ada penyakit iri, dengki, riya’, takabur, dan sombong yang ada di hati ini,” tuturnya.

Senada dengan Prof. Imam, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengungkapkan, berhasilnya sebuah bangsa salah satunya melalui peran pemudanya dalam mewujudkan toleransi dan persaudaraan. Langkah ini dinilai perlu sebagai upaya memperkuat ukhuwah maupun mencegah timbulnya konflik antar golongan.

KH Amrodji menjelaskan latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut karena pemuda merupakan aset bangsa.

“Kemajuan suatu bangsa tergantung bagaimana pemudanya bertindak. Keberagaman yang ada seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan. Oleh sebab itulah kegiatan ini digelar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH Amrodji menjelaskan bahwa mewujudkan sikap toleransi antar golongan sangat diperlukan oleh pemuda-pemuda sekarang. Ia menambahkan keberagaman bahasa, adat, kepercayaan, agama di Indonesia menuntut kita agar bisa menumbuhkan rasa toleransinya.

“Indonesia negara besar, maka harus dijaga dengan membangun ukhuwah. Apalagi sebagai pemuda harus punya bekal mewujudkan tiga konsep ukhuwah,” ujar KH Amrodji.

Ia menjelaskan salah satu cara untuk mewujudkan toleransi, maka kalangan pemuda diharapkan dapat menjadi motor penggerak ukhuwah atau persaudaraan. Dalam konteks ini, pemuda harus menjadi pelopor toleransi dalam perspektif agama Islam, bangsa dan negara.

Acara itu juga dihadiri Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi, Ketua MUI Kota Batu KH Nurbani Yusuf. (Cindy/Naufal)

SebelumnyaPeringati Hari Sumpah Pemuda, Komunitas MGS Gelar Silaturahim 2.0SesudahnyaLDII Jakarta Barat Gandeng Forsgi Gelar ‘Muda Mudi Cup Cengkareng’
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Luas Tanah300 m2
Luas Bangunan200 m2
Status LokasiMASJID JAMI dan AULA KANTOR PC LDII CILINCING
Tahun Berdiri1990