• -- Selamat Datang Di Website Resmi PC LDII Cilincing Jakarta Utara -- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa -- Sukseskan 5 Sukses Puasa -- Puasa -- Solat Tarawih -- tadarus Alquran -- Itikaf Dan Lailatul Qodar -- Zakat Fitrah --
Jumat, 12 April 2024

Peran Ilmuwan dan Sains Islam Dalam Membentuk Peradaban Dunia (1)

Peran Ilmuwan dan Sains Islam Dalam Membentuk Peradaban Dunia (1)
Bagikan

Negeri Orang-orang Yunani

Pemikiran filsuf-filsuf Miletus yang masih diakui sekarang memperlihatkan apa yang mereka percayai sebagai permulaan atau arche, yaitu suatu substansi fundamental yang merupakan bahan dasar dari semua material apapun. Thales meyakini kalo arche itu adalah air yang dalam keadaan normal berbetuk cairan namun bisa menjadi  gas seperti uap ketika dipanaskan namun juga bisa berbentuk padat ketika didingnkan secara ekstrim.

Sedangkan filsuf lainnya bernama Anaximander berpendapat substansi dasar  itu adalah apeiron atau “yang tak terbatas’, yang artinya bahwa sesuatu itu tidak ditentukan menurut kualitas-kualitas spesifiknya. Dia juga berpendapat bahwa arche adalah pneuma yang artinya udara atau spirit yang ada dalam berbagai bentuk dan senantiasa berubah secara terus menerus.

Bangsa Ionia juga melahirkan ilmuwan terkenal Pythagoras yang lahir di Samos pada pertengahan abad 6 SM dan kemudian pindah ke koloni Yunani di sisi selatan Italia. Disana dia mendirikan sebuah sekolah filsafat dan sekte mistik yang memiliki  kepercayaan metempsychosis atau transmigrasi roh-roh. Pythagoras dan para pengikutnya diakui orang yang meletakkan pondasi matematika Yunani terutama ilmu ukur ruang (geometri) dan teori mengenai angka-angka.  Penemuan yang paling fenomenal adalah teori Pythagoras yang menyatakan bahwa pada sebuah segitiga sama sisi, maka kudrat pada hipotenusa setara dengan jumlah kuadarat pada kedua sisi-sisinya.  Seperti yang kita ketahui bangsa Babilonia memahami konsep ini sejak ratusan tahun sebelumnya tetapi sebagai hubungan antara angka-angka dan bukannya sebagai bagian dari teori geometri.

Sesuai tradisi, mereka melakukan eksperimen memakai instrument gesek  sehingga memudahkan pengikutnya memahami adanya hubungan numeric yang terjadi dalam harmoni musikal.  Ini membuat mereka percaya bahwa alam semesta (kosmos) dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip harmoni ilahi yang bisa dijelaskan dengan angka-angka.  Menurut Aristoteles seorang pengikut aliran Pythagoras  mengatakan bahwa ‘nampaknya unsur-unsur angka merupakan elemen dari semua material dan seluruh ruang angkasa menjadi sebuah skala musik dalam rasio numerik’.   (WD)

SebelumnyaPenjelasan Dan Doa QUNUT WITIRSesudahnyaPeran Ilmuwan dan Sains Islam Dalam Membentuk Peradaban Dunia (2)
Luas Tanah300 m2
Luas Bangunan200 m2
Status LokasiMASJID JAMI dan AULA KANTOR PC LDII CILINCING
Tahun Berdiri1990