• -- Selamat Datang Di Website Resmi PC LDII Cilincing Jakarta Utara -- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa -- Sukseskan 5 Sukses Puasa -- Puasa -- Solat Tarawih -- tadarus Alquran -- Itikaf Dan Lailatul Qodar -- Zakat Fitrah --
Senin, 15 April 2024

Kementerian Kelautan dan Perikanan Ajak Kenali 3 Faktor yang Pengaruhi Stunting

Kementerian Kelautan dan Perikanan Ajak Kenali 3 Faktor yang Pengaruhi Stunting
Bagikan
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud Suteja mengatakan gemar makan ikan merupakan salah satu upaya mencegah stunting karena ikan mengandung protein, omega 3, asam amino. Foto: LINES.

Jakarta (28/11). Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud Suteja mengatakan pada tahun 2018, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Sedangkan pada 2021 mengalami penurunan yakni di angka 24,4 persen.

“Kalau diangka 30,8 persen berarti ketika ada tiga bayi lahir, maka satu bayi stunting. Padahal di Indonesia sekitar 2 juta sampai 3 juta bayi lahir per tahun, artinya, satu juta anak lahir dalam keadaan stunting per tahun,” ungkap Machmud di sela kegiatan “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk Cegah Stunting”, di Padepokan PERSINAS ASAD, pada Jakarta, Sabtu (26/11).

Machmud mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengonsumsi ikan. Gemar makan ikan merupakan salah satu upaya mencegah stunting karena ikan mengandung protein, omega 3, asam amino dan mengandung sera pendek, sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Menurut Machmud, stunting dipengaruhi dengan tiga pola, yakni pola hidup sehat, pola asuh dan pola makan. Stunting bisa diatasi dengan berbagai hal salah satunya adalah sebelum wanita menikah atau wanita produktif harus selalu makan makanan bergizi.

“Ketika hamil juga harus banyak memakan ikan. Dari janin hingga bayi usia dua tahun atau sering disebut 1.000 hari pertama kehidupan itu adalah golden age untuk penanganan gizi bayi,” paparnya.

Ia mengapresiasi kepada LDII yang menjadi mitra dan melaksanakan program dari KKP “Gemarikan” untuk pencegahan stunting di Indonesia. “Marilah kita makan ikan karena ikan di Indonesia sangat banyak dan harus kita manfaatkan betul untuk kesehatan masyarakat Indonesia. Kami punya semboyan, “Makan Ikan Sehat, Kuat, dan Cerdas”. Mari sama-sama makan ikan supaya menjadi generasi yang unggul,” tutupnya.

Sementara, Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (Lisdal) Sudarsono mengatakan, persolan stunting merupakan isu transnasional yang harus diselesaikan bersama. Sebab stunting mengurangi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi bangsa.

“Sesuai arahan dari Ketua Umum KH Chriswanto Santoso bahwa stunting akan mempengaruhi SDM. Beliau tidak menginginkan masyarakat terutama warga LDII itu mengalami stunting, pada” ujarnya.

Ia menyampaikan, persoalan stunting harus selalu disosialisasikan supaya tidak hanya warga LDII saja tetapi semua masyarakat mengetahui bahwa stunting itu harus diatasi. “Jika stunting itu tidak diatasi, maka 2045 yang digadang-gadang sebagai generasi emas maka kualitas SDM akan turun. Kegiatan ini merupakan usaha bersama untuk paling tidak menurunkan angka stunting di Indonesia dengan tujuan generasi yang akan datang akan memiliki SDM yang berkualitas,” tambahnya.

Pencegahan Stunting dan GEMARIKAN
Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Litbang, IPTEK, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (Lisdal) Sudarsono mengatakan, persoalan stunting merupakan isu transnasional yang harus diselesaikan bersama. Foto: LINES.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menyebutkan, upaya menurunkan angka stunting dapat dimulai dari edukasi dan sosialisasi. Untuk itu, DPP LDII menyelenggarakan rangkaian pencegahan stunting dimulai dari webinar dan berpartisipasi dalam Gemarikan yang dicanangkan KKP.

“Selanjutnya, deteksi dini kepada para santri dan mahasiswa di Minhajurrosyidin untuk mengetahui adanya defisiensi HB atau tidak. Ketika seorang gadis atau wanita itu mengalami defisiensi HB maka resiko terjadinya stunting itu lebih tinggi,” tambahnya.

Selain itu, juga diadakan sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak PAUD supaya senang makan ikan dan memperoleh asupan gizi yang baik. Bagi orangtua diajarkan cara mengolah ikan. Selanjutnya, bagi yang ingin berwirausaha mengembangkan produk perikanan dan ingin mendapatkan pembiayaan modal usahanya maka diadakan juga bimbingan teknis untuk bisa mendapatkan modal usaha dari Bank syariah Indonesia (BSI).

“Jadi kegiatan pada hari ini ada satu paket yaitu dimulai dari webinar, sosialisasi makan ikan kepada anak-anak, membuat pengolahan ikan yang baik, kalau mau usaha industri perikanan kita bantu dengan Bimtek permodalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk memasyarakatkan makan ikan menyambut generasi emas 2045 dengan kualitas SDM yang berkualitas. “Isu stunting itu penting untuk diatasi, salah satu caranya adalah memperbanyak makan ikan, untuk itu Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga LDI untuk memasyarakatkan gemar makan ikan,” tutupnya.

Cika, salah satu warga Lubang Buaya mengaku senang bisa mengikuti Gemarikan yang dilaksanakan di Padepokan PERSINAS ASAD itu. “Kegiatan ini sangat menarik sekali menurut saya. Apalagi didukung oleh DPP LDII, kegiatannya bermanfaat sekali untuk menambah informasi dan pengetahuan terutama untuk anak-anak supaya lebih suka makan ikan,” ungkapnya. (*FS LINES)

SebelumnyaMengenal Stunting, Bukan Penyakit Namun Gagal PertumbuhanSesudahnyaLDII menjadi tuan rumah silaturrahmi antar ormas Islam dalam kegiatan MUI menyapa Umat
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Luas Tanah300 m2
Luas Bangunan200 m2
Status LokasiMASJID JAMI dan AULA KANTOR PC LDII CILINCING
Tahun Berdiri1990